Selaras Permendikbudristek 12/2024

Rapor Kurikulum Merdeka yang sungguhan, bukan template lama diberi label baru

Banyak sistem sekolah hanya mengganti nama kolom "Angka Akhir" jadi "Capaian". Guru tetap mengetik ulang narasi manual di aplikasi kata terpisah. Sekolah Saya membangun struktur formatif-sumatif-KKTP dari data, sejak awal.

Coba modul nilai gratis

KKTP: Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

Matematika · Bilangan Bulat

BBBelum Berkembang
MBMulai Berkembang
BSHBerkembang Sesuai Harapan
SBSangat Berkembang

KKTP disusun per sekolah/guru/tujuan pembelajaran, bukan KKM global yang dipaksakan sama untuk semua mapel.

Formatif & sumatif terpisah

Asesmen proses (formatif) dan asesmen akhir (sumatif) dicatat sebagai dua alur berbeda, sesuai Kepmendikbudristek 21/2022. Bukan dipaksa jadi satu kolom nilai.

Capaian naratif, bukan angka doang

Guru menulis deskripsi capaian per tujuan pembelajaran. Sistem membantu susun draf dari data KKTP, guru yang menyunting, bukan generate otomatis tanpa tinjauan.

Rapor P5 skema terpisah

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pakai skala kualitatif BB/MB/BSH/SB per 6 dimensi. Model data berbeda dari nilai mapel akademik, bukan dipaksa satu tabel.

Peringkat kelas? Default disembunyikan.

Kurikulum Merdeka menghapus ranking dari rapor resmi. Sekolah Saya ikuti: peringkat kelas tidak tampil di rapor yang dicetak. Sekolah yang tetap butuh urutan internal (misal untuk beasiswa) bisa aktifkan sebagai data internal, terpisah dari dokumen rapor resmi.

Kolom "Peringkat" tersembunyi dari cetak rapor secara default, sesuai kebijakan Kurikulum Merdeka.

Lihat bagaimana input nilai bekerja untuk guru

Jadwalkan demo singkat, atau langsung coba dengan akun trial gratis.